Ceroboh, Seorang Pelajar Tak Sengaja Tarik Pelatuk Senapan Mengarah ke Temannya, 1 Nyawa Melayang
Radar Bromo – ARR, 16, berniat belajar senapan angin sebenarnya. Namun, tanpa sengaja dia menarik pelatuk saat senapan tepat mengarah pada EBH, 18, temannya. EBH pun langsung roboh dan meninggal, Kamis (27/5) sore.
Peristiwa itu langsung membuat gempar warga Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, tempat insiden itu terjadi. Peristiwa itu juga cepat menyebar ke tempat tinggal korban dan tersangka. Yaitu, di Dusun Gebangan, Desa Sukorejo, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo.
Korban dan tersangka memang bertetangga. Namun, beda RT. Mereka juga berteman. Tersangka ARR baru lulus SMP. Sementara korban EBH merupakan pelajar SMA kelas XI. Kapolsek Paiton AKP Noer Choiri membenarkan insiden itu. Menurutnya, saat ini kasusnya ditangani Polres Probolinggo. Sebab, pelakunya masih di bawah umur.
”Kami menerima laporan kejadian itu dan sudah ditindaklanjuti dengan olah TKP (tempat kejadian perkara). Karena tersangka masih di bawah umur, perkara itu ditangani oleh Polres,” katanya. Dijelaskan Noer Choiri, pelaku memang belum bisa menggunakan senapan angin. Dia pun berniat belajar. Kamis pukul 15.00, pelaku lantas meminjam senapan angin pada Slmn. Dia adalah tetangga pelaku di Dusun Gebangan.
Slmn pun meminjamkan senapan angin itu pada tersangka. Begitu dapat pinjaman, pelaku berangkat ke Paiton untuk belajar menembak. ARR ke Paiton mengendarai motor sendirian. Sementara senapan angin dia selempangkan di punggung. Sekitar pukul 16.45, pelaku tiba di lapangan Bola Voli Pajero di Dusun Krajan, Desa/ Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo. Di sana, dia berjumpa dengan korban yang sedang duduk santai.
Korban pun menyapa pelaku. ARR lantas berhenti dan turun dari motornya. Dia kemudian melepaskan senapan angin yang sebelumnya diselempangkan ke punggung. Saat akan dilepas itu, posisi senapan angin tepat mengarah pada korban. Namun nahas, pelaku tidak tahu bahwa senapan angin itu sudah dipompa. Bahkan, sudah dilengkapi peluru di dalamnya.
Begitu senapan angin akan dilepas, tanpa sengaja pelatuk tertarik oleh jari tangan pelaku. Senapan pun meletus. Pelurunya meluncur, tepat mengenai dada kiri korban. Korban yang kaget langsung berdiri dari tempat duduknya. Namun, tak lama. Dia langsung jatuh terlentang, pingsan. Darah keluar dari dada kirinya.
”Mengetahui korban tertembak snenapan angin, pelaku dan saksi menolong korban dengan membawa korban ke puskesmas. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Korban meninggal di Puskesmas Paiton,” terangnya. Petugas Mapolsek Paiton yang mendapat laporan, langsung ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Keluarga korban pun datang. Namun, mereka menolak korban diotopsi.
Oleh keluarga, jenazah korban dibawa pulang ke rumah duka menggunakan ambulans Puskesmas Paiton. Dan Kamis malam, korban pun langsung dimakamkan. ”Sudah dimakamkan Kamis malam setelah kejadian, sekitar pukul 20.00,” ungkapnya.
Sementara pelaku tidak ditahan. Pertimbangannya menurut Kapolsek, pelaku masih di bawah umur. Selain itu, pelaku bersikap sangat kooperatif selama proses pemeriksaan. “Orang tua dan perangkat desa juga menjamin tersangka tidak lari. Jadi, tersangka tidak ditahan. Namun, kasusnya tetap berjalan ya,” ungkapnya. (mas/hn)

Belum ada Komentar untuk "Ceroboh, Seorang Pelajar Tak Sengaja Tarik Pelatuk Senapan Mengarah ke Temannya, 1 Nyawa Melayang"
Posting Komentar